Last edited by Visimedia
06.07.2021 | History

2 edition of Cara menyelesaikan sengketa di luar pengadilan found in the catalog.

Cara menyelesaikan sengketa di luar pengadilan

negosiasi, mediasi, konsiliasi & arbitrase

  • 1882 Want to read
  • 809 Currently reading

Published by Administrator in Visimedia

    Places:
  • United States
    • Subjects:
    • Visimedia


      • Download Cara menyelesaikan sengketa di luar pengadilan Book Epub or Pdf Free, Cara menyelesaikan sengketa di luar pengadilan, Online Books Download Cara menyelesaikan sengketa di luar pengadilan Free, Book Free Reading Cara menyelesaikan sengketa di luar pengadilan Online, You are free and without need to spend extra money (PDF, epub) format You can Download this book here. Click on the download link below to get Cara menyelesaikan sengketa di luar pengadilan book in PDF or epub free.

      • Peraturan perundang-undangan: p. 232-233.Includes bibliographical references (p. 231-233).

        StatementVisimedia
        PublishersVisimedia
        Classifications
        LC Classifications2011
        The Physical Object
        Paginationxvi, 119 p. :
        Number of Pages62
        ID Numbers
        ISBN 109790650906
        Series
        1nodata
        2
        3

        On dispute settlement outside the courts in Indonesia. File Size: 7MB.


Share this book
You might also like

Cara menyelesaikan sengketa di luar pengadilan by Visimedia Download PDF EPUB FB2


Tak jarang banyak perusahaan yang juga terlibat dalam dunia tersebut. Proses penyelesaian Sengketa Informasi Publik dilakukan berdasarkan asas cepat, tepat, biaya ringan, dan sederhana. Kepatutan, terbuka, dan kedua pihak bertujuan untuk tidak pergi ke pengadilan; 4. Hal ini menjadi kehendak bebas sepenuhya dari para pihak. Penyelesaian sengketa konsumen di luar pengadilan diselenggarakan untuk mencapai kesepakatan mengenai bentuk dan besarnya ganti rugi, atau mengenai tindakan tertentu untuk menjamin tidak akan terjadi kembali atau tidak akan terulang kembali kerugian yang diderita oleh konsumen.

Kemungkinan peluang terjadinya sengketa pun cukup besar. Dalam negosiasi, yang terpenting adalah kesetaraan posisi tawar.

Namun ada cara penyelesaian lain di luar pengadilan, yang biasa dikenal dengan istilah arbitrase. Dalam proses penyelesaian sengketa melalui litigasi merupakan sarana terakhir ultimum remidium bagi para pihak yang bersengketa setelah proses penyelesaian melalui non litigasi tidak membuahkan hasil. Pihak yang bersengketa dapat mengontrol jalannya proses penyelesaian sengketa ke arah penyelesaian yang diharapkan. Pertama, diatur pada Pasal 3 Cara menyelesaikan sengketa di luar pengadilan Nomor 14 Tahun 1970 tentang Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman.

Sedangkan yang termasuk dalam mekanisme non-Adjudikasi adalah negosiasi, mediasi, konsiliasi dan sebagainya yang di sana tidak ada suatu putusan melainkan suatu kesepakatan damai yang dibuat secara sukarela oleh para pihak.

Apabila konsumen merasa dirugikan, konsumen tentu dapat menggugat pelaku usaha melalui penyelesaian sengketa diluar pengadilan atau melalui peradilan yang berada di lingkungan peradilan umum, berdasarkan pilihan sukarela para pihak yang bersengketa sebagaimana dijelaskan dalam. Para pihak sudah tidak dapat lagi melanjutkan perundingan.

Namun dalam perkembangan pasar modal pun tak lepas dari masalah. Berdasarkan persetujuan untuk berakhir yang ditandatangani oleh para pihak; persetujuan tersebut harus tetap bersifat rahasia kecuali dalam perjanjian tersebut mensyaratkan agar persetujuan tersebut dibuka; 2.

Mengenal Litigasi: Mengenai Penyelesain Sengketa di Meja Hijau

penyelesaian sengketa di luar jalur pengadilan sesuai kesepakatan bersama dan tertulis dalam sebuah perjanjian inilah yang disebut juga sebagai arbitrase. mencegah agar sengketa-sengketa hukum tidak dibawa ke pengadilan. Putusan Arbitrase bersifat final dan mempunyai kekuatan hukum tetap serta mengikat;• Ini berarti dalam konsultasi, sebagai suatu bentuk pranata alternatif penyelesaian sengketa, peran dari konsultan dalam menyelesaikan perselisihan atau sengketa yang ada tidak dominan sama sekali, konsultan hanyalah memberikan pendapat hukumsebagaimana diminta oleh kliennya, yang untuk selanjutnya keputusan mengenai penyelesaian sengketa tersebut akan diambil sendiri oleh para pihak, meskipun adakalanya pihak konsultan juga diberikan kesempatan untuk merumuskan bentuk-bentuk penyelesaian sengketa yang dikehendaki oleh para pihak yang bersengketa tersebut.